TUTUP PINTUNYA DARI LUAR?

yah begitulah singkat padat dan jelas. siang hari penuh dengan semangat yang berkobar-kobar dan matahari yang semakin tidak jelas. “gaya mahasiswa” adalah suatu judul yang pas dalam tulisan kali ini. Telat, berantakan, penuh dengan wajah-wajah santai menjadi makna kiasan untuk mendeskripsikannya. yah namanya juga mahasiswa bapak ibu sodara-sodara. namun dibalik itu ada cerita menarik dibalik “gaya mahasiswa”
sisi kampus jadi bahan cerita kali ini. tentunya ada mahasiswa ada juga dosennya. kalo tidak ada dosennya berarti libur namanya!! berjalan ke arah yang benar KALI ini saya menuju ruang-ruang neraka (kelas). yah kalimat “NTAR” menjadi suatu alasan lagi sebagai dasar alasan klasik. mengira yah paling telat beberapa menit, (20 menit deh ya) masih bisa mengetuk pintu dengan wajah berpura-pura lemas dan kurang gahar jika menjadi mahasiswa.
tidak usah dipungkiri kawan, wajah-wajah kalian menghadap dosen-dosen berwajah seringai itu tidak jauh seperti menghadap kesultanan solo yang baru-baru ini di bombardir bangsa sendiri. kemayu, culun, misi-misi, menjadi cover kalian dalam mengetuk pintu neraka itu.
Nah kali ini, KETUKLAH pintu itu. awalnya sih pede aja jalan ke kelas, srantal sruntul dengan wajah setengah lemas. namun tak disangka, kali ini bernasib ibarat membeli dan menggosok sebuah minuman kelas seribu rupiah COBA LAGI!! mending sih coba lagi, kali ini tidak masuk diakal saya rasa. ini dosen yang KATANYA bergelar S2 kok bodoh sekali yah. setelah diketuk pintu neraka itu apa jawabnya? (baca aja sendiri judulnya apa, padahal saya masuk dari luar *hahahah ). itulah kalimat yang terlontar dari mulutnya yang sedari pagi berkoar ibarat pejuang kemerdekaan atau pejuang-pejuang multilevel marketing? atau juga mamang-mamang pergerakan go green? saya sih ketawa aja. dan tentunya senang, bagi saya ini bukan suatu usiran semata. namun ada sentilan sedikit dari kebodohan penggunaan bahasa si dosen itu. S2 jadi bahan pekerjaannya, sekolah lama-lama, pake bahasa saja masih setengah-setengah. mudah-mudahan bapak itu masih ingat pelajaran-pelajaran masa mudanya di SD NEGERI BOJONGSOANG RAYA PETANG!!!

TUTUP PINTUNYA DARI LUAR?

yah begitulah singkat padat dan jelas. siang hari penuh dengan semangat yang berkobar-kobar dan matahari yang semakin tidak jelas. “gaya mahasiswa” adalah suatu judul yang pas dalam tulisan kali ini. Telat, berantakan, penuh dengan wajah-wajah santai menjadi makna kiasan untuk mendeskripsikannya. yah namanya juga mahasiswa bapak ibu sodara-sodara. namun dibalik itu ada cerita menarik dibalik “gaya mahasiswa”

sisi kampus jadi bahan cerita kali ini. tentunya ada mahasiswa ada juga dosennya. kalo tidak ada dosennya berarti libur namanya!! berjalan ke arah yang benar KALI ini saya menuju ruang-ruang neraka (kelas). yah kalimat “NTAR” menjadi suatu alasan lagi sebagai dasar alasan klasik. mengira yah paling telat beberapa menit, (20 menit deh ya) masih bisa mengetuk pintu dengan wajah berpura-pura lemas dan kurang gahar jika menjadi mahasiswa.

tidak usah dipungkiri kawan, wajah-wajah kalian menghadap dosen-dosen berwajah seringai itu tidak jauh seperti menghadap kesultanan solo yang baru-baru ini di bombardir bangsa sendiri. kemayu, culun, misi-misi, menjadi cover kalian dalam mengetuk pintu neraka itu.

Nah kali ini, KETUKLAH pintu itu. awalnya sih pede aja jalan ke kelas, srantal sruntul dengan wajah setengah lemas. namun tak disangka, kali ini bernasib ibarat membeli dan menggosok sebuah minuman kelas seribu rupiah COBA LAGI!! mending sih coba lagi, kali ini tidak masuk diakal saya rasa. ini dosen yang KATANYA bergelar S2 kok bodoh sekali yah. setelah diketuk pintu neraka itu apa jawabnya? (baca aja sendiri judulnya apa, padahal saya masuk dari luar *hahahah ). itulah kalimat yang terlontar dari mulutnya yang sedari pagi berkoar ibarat pejuang kemerdekaan atau pejuang-pejuang multilevel marketing? atau juga mamang-mamang pergerakan go green? saya sih ketawa aja. dan tentunya senang, bagi saya ini bukan suatu usiran semata. namun ada sentilan sedikit dari kebodohan penggunaan bahasa si dosen itu. S2 jadi bahan pekerjaannya, sekolah lama-lama, pake bahasa saja masih setengah-setengah. mudah-mudahan bapak itu masih ingat pelajaran-pelajaran masa mudanya di SD NEGERI BOJONGSOANG RAYA PETANG!!!